Materi-23

FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

     Selain factor yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan social budaya  dalam masyarakat terdapat pula factor yang menghalanginya. Faktor yang menghalangi terjadinya perubahan dikenal juga dengan factor penghambat. Apa saja factor yang menghalangi atau menghambat terjadinya perubahan social budaya dalam masyarakat? Untuk mengetahuinya mari kita ikuti pembahasan berikut dengan penuh semangat!

PENGHAMBAT PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
1. Kehidupan Masyarakat yang Terasing
2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat
3. Sikap Masyarakat yang Tradisional
4. Adanya Prasangka Terhadap Hal-Hal Baru atau Asing
5. Adat Istiadat
  1. Kehidupan Masyarakat Terasing

     Keadaan masyarakat yang terasing belum tentu kehendak mereka. Hal ini dapat terjadi karena kondisi daerah yang terisolasi dari jalur komunikasi dan transportasi dapat menyebabkan mereka menjadi terisolasi dari masyarakat lain. Tentunya hal tersebut dapat menghambat terjadinya perubahan social budaya. Mengapa demikian? Kehidupan masyarakat terasing atau terisolasi menyebabkan masyarakatnya tidak mengetahui perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain, sehingga mereka sulit untuk berkembang dan memperkaya budayanya. Akibatnya perubahan social budaya dalam mmasyarakat tersebut menjadi sulit terjadi.

  • Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat

     Ilmu pengetahuan adalah jendela dari perubahan social budaya. Ketika ilmu pengetahuan berkembang dengan baik sudah pasti masyarakat yang bersangkutan akan mengalami perubahan social budaya dengan cepat. Namun sebaliknya apabila ilmu pengetahuandalam masyarakat lambat maka perubahan social akan berjalan dengan lambat. Berkembangnya ilmu pengetahuan juga dapat dilihat dari maju tidaknya pendidikan dalam masyarakat itu. Ada juga daerah yang memang terisolasi, terasing, terpencil dan jauh dari masyarakat lain, sehingga sulit untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Banyak juga daerah yang sebenarnya terisolasi atau sulit dijangkau komunikasi dan transportasi namun memiliki keinginan kuat dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Apakah di Indonesia terdapat daerah yang sulit mendapatkan pendidikan? Carilah artikel masyarakat pedalaman yang butuh pendidikan!

  • Sikap Masyarakat yang Tradisional

    Pernahkah kamu mendengar atau membaca kisah masyarakat Suku Baduy Dalam atau “Urang Kanekes”? Mereka salah satu suku bangsa di daerah Banten yang masih sangat mengagungkan sikap tradisional warisan nenek moyang. Mereka memilih mengisolasi diri dari dunia modern. Anak-anak tidak disekolahkan secara formal. Mereka hanya boleh belajar dari lingkungan alam. Pelajaran yang mereka dapatkan adalah secara turun-temurun terutama adat istiadat warisan nenek moyang. Di masyarakat Baduy Dalam tidak ada teknologi, kendaraan, dan alat elektronik yang mereka gunakan. Listrik, alat-alat elektronik, bahan-bahan kimia, sampo, sabun, televise, handphone dan sebagainya tidak boleh digunakan. Ketika ada yang berkunjung ke wilayah mereka, maka semua hal yang dilarang untuk dipergunakan juga tidak boleh dibawa. Bagi mereka amanah leluhur adalah segalanya. Suku Baduy tidak mau menerima perubahan dari luar karena dianggap hanya akan merusak alam. Rumah tempat tinggal mereka direkatkan tanpa paku dan semen. Bangunan rumah menggunakan kayu, bambu, ijuk dan daun pohon aren. Suku Baduy mempunyai sikap yang sudah ditanamkan sejak nenek moyang. Bagi mereka sikap tradisi secara mutlak tidak dapat diubah. Dapatkah kamu menemukan contoh sikap hidup yang masih tradisional dari masyarakat di Indonesia?

     Kehidupan masyarakat yang masih tradisional semacam ini dapat menghambat perubahan social budaya dalam masyarakat mereka. Namun ini adalah pilihan hidup bagi masyarakat sehingga tidak boleh disalahkan. Siapakah yang disebut masyarakat tradisional? Masyarakat tradisional adalah suatu masyarakat yang memelihara, menjaga dan memepertahankan tradisi, adat istiadat, system nilai, system norma dan bahkan system kebudayaan  yang diwariskan oleh generasi pendahulunya. Dilihat dari letak pemukimannya, mayarakat tradisional umumnya terdapat di pedesaan. Namun antara masyarakat pedesaan dan masyarakat tradisional sebenarnya tidak bisa disamakan. Masyarakat tradisional mempunyai pandangan bahwa melaksanakan warisan nenek moyang yang berupa nilai hidup, norma, harapan, cita-cita merupakan kewajiban, kebutuhan dan kebanggaan. Karakteristik yang menonjol dari masyarakat tradisional adalah melaksanakan tradisi mereka dengan murni.

  • Adanya Prasangka Terhadap Hal-hal Baru atau Asing

     Merasakan hidup di bawah penjajah selama beratus-ratus tahun membuat bangsa Indonesia banyak yang mengalami trauma, terutama untuk golongan tua. Mereka terkadang mudah merasa curiga dan berprasangka buruk terhadap budaya asing atau hal baru yang berasal dari Barat. Perasaan dan prasangka menimbulkan sikap tak acuh, tidak peduli, bahkan antipasti terhadap sesuatu yang baru dari luar masyarakat. Padahal sesuatu yang berasal dari luar tersebut bisa jadi sebenarnya bermanfaat dan dapat membawa perubahan bagi kehidupan nereka. Namun ada masyarakat yang memang menanamkan sikap kepada warganya bahwa sesuatu yang berasal dari luar masyarakat hanya akan merusak alam dan kehidupan mereka. Hal ini yang kemudian membuat suatu masyarakat tidak mengalami perubahan social budaya. Bapatkah kamu menemukan contoh untuk perilaku ini?

  • Adat Istiadat atau Kebiasaan

     Tahukah kamu yang dimaksud dengan adat istiadat atau kebiasaan? Adat merupakan pola perilaku bagi anggota masyarakat yang dilakukan berulang-ulang untuk memenuhi kebutuhan pokok. Adat biasanya bersumber dari nilai tradisional yang telah mengakar pada kehidupan suatuu masyarakat. Adat istiadat telah mereka nikmati sebagai bagian dari kehidupan mereka. Selanjutnya, ketika ada hal baru yang akan menggantikan adaat lama mereka, belum tentu akan diterima begitu saja oleh masyarakat. Adat dan cara yang sulit untuk tergantikan, misalnya mengenai kepercayaan, system mata pencaharian, cara berpakaian, pembuatan rumah, upacara adat dan sebagainya. Misalnya, adat kebiasaan dalam penggunaan alat. Penerapan alat pemotong padi dalam suatu mmasyarakat belum tentu akan langsung diterima begitu saja. Memotong padi menggunakan alat pemotong sederhana bagi para wanita pada masyarakat tertentu sudah dilakukan turun-temurun. Mereka mempunyai pekerjaan tambahan memotong padi dengan cara lama. Ketika ada unsur penerapan teknologi  baru di masyarakatnya, mungkin penerapan alat pemotong padi ditolak penggunaannya.

TUGAS

Carilah salah satu etnografi atau tulisan tentang kehidupan suku bangsa di Indonesia dari berbagai sumber seperti internet, buku, dan sumber lainnya! Amati kehidupan mereka dengan membaca etnografi tersebut ! Apa yang ingin kamu ketahui dari kehidupan mereka?

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: