Materi-16

PENGARUH PERUBAHAN DAN INTERAKSI RUANG ANTARNEGARA TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI

     Perubahan ruang dan interaksi antarruang dapat terjadi dalam berbagai lingkup atau skala. Dalam lingkup yang sempit, perubahan ruang dan intraksi ruang dapat terjadi antara desa dengan kota dan dalam lingkup luas dapat terjadi antara negara dengan benua.

     Perubahan ruang dan interaksi antarruang dalam lingkup desa dan kota menimbulkan berbagai pengaruh bagi desa maupun kota. Di Asia dan benua lainnya, perubahan ruang terlihat dari adanya alih fungsi lahan dari hutan menjadi pertanian dan pemukiman, serta dari pertanian menjadi pemukiman. Di Eropa perubahan tersebut telah berlangsung lama dan meningkat saat Revolusi Industri. Akibatnya banyak terbentuk kota-kota dan meningkatkan jumlah penduduk yang tinggal di kota.

     Di Asia, perubahan ruang terlihat dari alih fungsi lahan. Sekitar 50% lahan di Asia telah berubah menjadi wilayah pertania. Banyak daerah di Asia berubah menjadi daerah perkotaan. Perubahan tersebut mendorong terjadinya interaksi antarruang dalam bentuk perpindahan penduduk dari desa ke kota. Pada tahun 2015, sekitar 47% penduduk Asia tinggal di daerah perkotaan (WPDS, 2015).

     Kota-kota di Asia dan benua lainnya menjadi tujuan penduduk deari desa=desa di sekitarnya. Perkembangan ekonomi yang cepat di daerah perkotan membuat banyak peluang kerja dan kesempatan berusaha, sehingga banyak penduduk ea pindah ke kota. Ad sejumlah factor yang mendorong penduduk desa di Asia pindah ke kota, yaitu alasan ekonomi seperti makin terbatasnya lapangan kerja di desa dan factor lainnya seperti konflik, bencana alam, terbentuknya gurun (desertification) dan intrusi atau masuknya air laut ke arah daratan.

     Interaksi keruangan antara desa dan kota di Asia dan benua lainnya telah berdampak secara ekonomi, social, budaya, politik dan pendidikan. Adapun dampak dari interaksi desa kota adalah sebagai berikut:

  1. Semakin beragamnya orientasi mata pencaharian dari yang hanya berorintai pertanian, berkembang menjadi industry yang memanfaatkan hasil pertania.
  2. Semakin meningkatnya produktivitas pertanian dan adanya eknologi tepat guna atau cara bertani yang lebih maju.
  3. Semakin baiknya sarana transportasi antara desa dan kota, sehingga memperlancar mobilitas penduduk maupun barang dari desa ke kota atau sebaliknya.
  4. Budaya kota biasanya masuk ke desa, baik dalam cara berpakaian, bahasa, seni, dan sebagainya yang tidak selalu sesuai dengan budaya desa.
  5. Berkembangnya media massa membuat warga desa semakin melek dengan isu-isu politik yang sedang berkembang, sehingga kesadaran politik warga desa terus meningkat.
  6. Makin banyaknya guru dan sekolah dibangun di desa, sehingga tingkat pendidikan di desa meningkat.

Bagi kota, desa memiliki peran yang sangat penting. Interaksi keruangan antara kota dan desa membawa pengaruh terhadap kehidupan ekonomi, social, budaya dan politik di kota. Adapun pengaruh tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Secara ekonomi kota memperoleh sumber daya dari desa, baik berupa sumber daya manusia berupa tenaga kerja maupun sumberdaya alam berupa hasil pertanian atau hasil tambang.
  2. Penduduk desa yang bekerja di kota sebagian tidak menjadi penduduk kota yang sukses dan sebagian menimbulkan masalah kemiskinan kota yang tampak dari adanya pemukiman kumuh.
  3. Kota dihuni oleh penduduk pendatang dari desa yang sebagian masih merpertahankan budaya atau cara hidup di desa.

Pengaruh interaksi keruangan biasa terjadi antarnegara dan antarbenua. Jarak yang jauh kini tidak lagi menjadi hambatan dalam melakukan interaksi berkait kemajuaan teknologi informasi dan komunikasi serta transportasi. Peristiwa di suatu negara dengan cepat disaksikan oleh penduduk di negara atau benua lain. Pengaruh antarnegara dapat berupa pengaruh ekonomi, social, budaya dan politik. Adapun pengaruh tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara Terhadap Kehidupan Ekonomi.

     Interaksi antarruang terjadi karena adanya kebutuhan yang salah satunya adalah kebutuhan akan barang dan jasa yang tidak mampu diproduksi oleh suatu negara. Negara yang memasok kebutuhan tersebut memperoleh keuntungan ekonomi dari barang dan jasa yang dipasoknya. Keuntungan tersebut menguntungkan negara karena banyak tenaga kerja yang terlibat dan diperolehnya devisa dari hasil penjualannya. Bagi negara yang dipasok kebutuhannya, keuntungan diperoleh dari barang dan jasa yang diperolehnya. Barang dan jasa tersebut dapat berupa barang konsumtif maupun untuk keperluan produksi, misalnya mesin-mesin industri.

TUGAS

Carilah informasi negara-negara yang persentasi penduduk perkotaanya kurang dari 50% dan lebih dari 50%. Masing-masing benua 2 negara yang penduduk perkotaannya kurang dari 50% dan 2 negara yang penduduk perkotaanya lebih dari 50%, sekaligus besar pendapatan perkapitanya. Tulislah hasilnya pada table berikut ini !

A

NOBENUANEGARA DENGAN PENDUDUK KOTA KURANG DARI 50%PENDAPATAN PERKAPITA (USA $)
1.ASIA1.
2.
1.
2.  
2.AMERIKA1.
2.
1.
2.  
3.AFRIKA1.
2.  
1.
2.  
4.EROPA1.
2.  
1.
2.  

B

NOBENUANEGARA DENGAN PENDUDUK KOTA LEBIH DARI 50%PENDAPATAN PERKAPITA (USA $)
1.ASIA1.
2.  
1.
2.  
2.AMERIKA1.
2.  
1.
2.  
3.AFRIKA1.
2.  
1.
2.  
4.EROPA1.
2.  
1.
2.  

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: